SANGGAR SENI Al-ASHRI

Sanggar Seni Al-Ahsri berangkat ke kota Solo pada tanggal 29 Juni untuk mengisi sebuah event yang sangat terkenal di seluruh nusantara hingga mancanegara yaitu SoloInternational Performing Art (SIPA) yang di laksanakan pada tanggal 1-3 Juli 2011. Sanggar Seni Al-Ashri membawa 14 anggota yaitu K’ Bahtiar, K’ Mussy, K’ Muslim,  K’ Awal, K’ Ari,  Fathul, Uga, Nugi, Fadhil, Alif Rahmatullah, Agung, Awy, Arga, dan Alim.
Sanggar Seni Al-Ashri menampilkan sebuah permainan musik yaitu Tundrung Mangkassara’ . Tunrung Mangkasarak adalah sebuah Karya Musik Tradisi yang diangkat dari Musik tradisional Makassar, Tunrung Pakanjarak, Renjang-renjang, Tumbu’na Panggalakkang, pappadang  yang kemudian diolah menjadi sebuah karya pertunjukan musik, drama dan tari. Yang kali ini Mengangkat tema Kejayaan topeng.  
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kota Solo, beberapa waktu lalu, Sanggar Seni Al-Ashri  melontarkan komentarnya seputar perbandingan Solo dengan kota asalnya. “Udara di sini (Solo) enak dan orangnya ramah-ramah”, ujar Bakhtiar, salah satu peserta dari Sanggar Seni Al-Ashri, kepada Timlo.net melalui press release Solo International Performing Arts (SIPA).
Menurut mereka, udara di Kota Bengawan tidak sepanas di Makassar (Sulsel). Hal tersebut menjadi salah satu poin penting yang membuat delegasi Makassar tersebut tampil penuh semangat dalam pembukaan SIPA 2011, Jumat (1/7) malam..
“Kami sangat antusias dengan event (SIPA 2011) ini dan pastinya membuat semangat,” pungkas Bakhtiar.
Selain delegasi Makassar, SIPA 2011 juga diikuti delegasi dari daerah lain, seperti Jogja (Didik Ninik Thowok). Bahkan, delegasi liar negeri, antara lain Amerika Serikat juga siap meramaikan SIPA kali ini.
Alhasil Sanggar Seni Al-Ashri berhasil menggemparkan kota Solo dengan Tundrung Manggkasara’nya.
Ini beberapa fatonya saat di acara SIPA








Selain Tampil di acara SIPA Sanggar Seni Al-Ahsri bersama Makassar Art mengisi beberapa bagian pada sebuah Film rakyat yang di shoting di daerah Takalar Sulawesi Selatan. Walaupun dibilang Film, Sanggar Seni Al-Ashri tidur di sebuah rumah yg baru di bangun tapi tidak terpakai yang sangat kotor tapi itulah satu satunya tempat menginap hingga lahirlah kalimat “Ternyata jadi artis itu tidak mudah ya...” dari mulut Nugi dan Fadhil tapi itulah Sanggar Senni Al-Ashri selalu siap di panggil dimanapun kapanpun dan apapun acaranya.

ni.... foto foto mereka saat di Takalar




Itulah Penjabaran Tentang Sanggar Seni Al-Ashri, mereka tak mengenal waktu, honor, dan lokasi mereka hanya berkata “yang penting kami tetap hepi dan budaya Sulawesi Selatan terjaga”. Apakah kalian mau bergabung dengan mereka  ??? mendaftarlah di SMP PLUS AL-ASHRI Taman Telkomas Makassar  Jln. Regency Barat Blok F 25-26.

Crated by. M.Anugerah Setya N
Sumber. Sipafestival.com dan Timlo.net

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS